Sebelas Penambang Tewas Akibat Gas Beracun di Tambang Emas Pongkor
BOGOR | KabarGEMPAR.com – Insiden fatal kembali terjadi di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hingga Kamis (22/1), aparat gabungan mengevakuasi 11 penambang yang meninggal dunia akibat terpapar gas beracun di dalam lubang tambang.
Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan proses evakuasi dan penanganan korban masih berlangsung dengan mengutamakan keselamatan personel. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat meninjau langsung posko penanganan yang didirikan di wilayah hukum Polsek Nanggung.
Kapolda Jawa Barat menegaskan, sejak menerima laporan awal, aparat kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait langsung bergerak melakukan penyelamatan. Fokus utama diarahkan pada evakuasi korban serta pengamanan area tambang yang dinilai masih berbahaya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, kandungan gas karbon monoksida (CO) di dalam lubang tambang sempat mencapai 1.200 part per million (ppm) dan hingga kini masih berada di kisaran 200 ppm, angka yang masih berisiko tinggi bagi keselamatan manusia.
“Kondisi di dalam lubang tambang belum sepenuhnya aman sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian,” kata Kapolda.
Sebelas korban meninggal diketahui berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Aparat turut menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban.
Dalam operasi ini, personel gabungan dari Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pihak pengelola kawasan tambang, termasuk PT Aneka Tambang, dilibatkan secara terpadu.
Aparat masih mendalami kemungkinan adanya korban lain, menyusul laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya dan diduga berada di area tambang saat kejadian. Sejumlah lorong tambang belum dapat diakses akibat tingginya risiko paparan gas.
Terkait aspek hukum, kepolisian menyatakan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden serta menelusuri dugaan pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja. Tragedi ini kembali menegaskan perlunya pengawasan ketat dan penegakan hukum tegas terhadap aktivitas pertambangan, khususnya di wilayah rawan kecelakaan.
Laporan: Tim Kabar Bogor
