Bandung Diterjang Cuaca Ekstrem, Banjir Hantam Bandung Selatan, Jalan Lumpuh dan Bangunan Ambruk
BANDUNG | KabarGEMPAR.com – Bandung kembali diguncang cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba dan menghantam sejumlah wilayah secara brutal pada Kamis (10/4/2026). Puting beliung, hujan deras, hujan es hingga longsor terjadi hampir bersamaan dan menimbulkan kerusakan di berbagai titik di Kabupaten Bandung.
Wilayah yang terdampak meliputi Cangkuang, Bojongsoang, Arjasari, Banjaran, Pameungpeuk hingga Ciparay. Dalam waktu singkat, atap rumah beterbangan, pepohonan tumbang, dan puing bangunan berserakan di jalan.
Kepanikan warga tidak terhindarkan. Angin kencang yang berputar datang tiba-tiba membuat warga berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.

Ciparay Paling Parah, GOR Ambruk dan Plang SPBU Roboh
Wilayah Ciparay menjadi salah satu titik yang mengalami dampak paling parah. Hujan angin yang terjadi pada siang hari menyebabkan sejumlah fasilitas rusak berat.
Plang SPBU dilaporkan roboh diterpa angin, sementara bangunan warga mengalami kerusakan. Bahkan Gedung Olahraga (GOR) desa dilaporkan ambruk akibat tidak kuat menahan terjangan angin kencang.
Situasi semakin kacau ketika jalur utama Pacet–Pakutandang lumpuh total. Pohon tumbang menutup jalan, genangan air menghambat kendaraan, dan material puing membuat akses transportasi terhenti sementara.

Longsor dan Banjir Susul Terjangan Badai
Tidak hanya angin kencang, hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Selatan juga memicu tanah longsor di kawasan Arjasari dan banjir di beberapa wilayah rawan.
Daerah seperti Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang kembali dilaporkan terendam setelah debit sungai meningkat tajam. Air yang meluap masuk ke permukiman warga dan membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
Beberapa laporan menyebutkan arus air membawa lumpur, batang pohon, hingga material dari lereng yang longsor, memperparah dampak bencana.

Bandung Kembali Diuji Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi wilayah Bandung Raya yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga angin puting beliung.
Cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas dan mengancam keselamatan masyarakat.
Hingga Kamis malam, warga bersama aparat desa dan relawan masih melakukan pembersihan pohon tumbang serta pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Situasi di sejumlah wilayah dilaporkan masih siaga karena potensi hujan deras dan angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi.
Laporan: Tim Kabar Jabar
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
