Aktivis GN-PK Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Kembali Ono Surono
BEKASI | KabarGEMPAR.com – Aktivis Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK), Bosari Setia Permana, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera memanggil kembali Ono Surono terkait pengembangan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
Desakan tersebut disampaikan Bosari, Rabu (8/4/2026), seiring langkah penyidik KPK yang telah melakukan penggeledahan di dua rumah milik Ono Surono di Bandung dan Indramayu. Dari kegiatan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, perangkat elektronik, hingga uang tunai bernilai ratusan juta rupiah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa seluruh barang bukti yang diamankan masih dalam tahap analisis untuk menelusuri aliran dana dalam perkara tersebut.
“Semua barang bukti yang ditemukan masih dalam proses pendalaman untuk mengungkap aliran uang dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Budi.
KPK juga membuka peluang untuk kembali memanggil Ono Surono guna dimintai keterangan lanjutan. Sebelumnya, ia telah menjalani pemeriksaan pada Januari 2026 dan mengaku dicecar penyidik terkait aliran dana.
Selain itu, penyidik turut mendalami peran Ono dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, termasuk relasinya dengan Ade Kuswara Kunang yang juga merupakan kader partai yang sama.
Bosari menilai, langkah penggeledahan harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mendalam agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kalau sudah ada penggeledahan dan ditemukan barang bukti, KPK jangan menunda. Segera panggil kembali Ono Surono dan pihak lain yang diduga terlibat agar perkara ini terang benderang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus, mengingat pihak-pihak yang disebut memiliki posisi strategis di pemerintahan dan partai politik. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah.
Lebih lanjut, Bosari mendorong KPK agar tidak berhenti pada satu atau dua nama saja, melainkan menelusuri aliran dana hingga ke pihak yang diduga sebagai aktor utama.
“KPK harus berani mengungkap sampai ke akar-akarnya. Siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
KPK menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan menyeret pihak lain. Publik pun menaruh harapan agar kasus ini dapat diungkap secara transparan dan tuntas.
Laporan: Tim Kabar Bekasi
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
