Anggaran Pemeliharaan 2026 Kecil, Publik Pertanyakan Penggunaan Dana Tahun Sebelumnya

Ilustrasi: Pemeliharaan taman di kawasan Bundaran Badami, Karawang Barat kembali menjadi sorotan. Anggaran lebih dari Rp1 miliar pada 2025 berbanding dengan kondisi 2026.

KARAWANG | KabarGEMPAR.com – Besaran anggaran pemeliharaan taman di kawasan Bundaran Badami, Karawang Barat, pada tahun 2026 yang relatif kecil memunculkan pertanyaan publik terkait penggunaan anggaran pada tahun sebelumnya.

Pasalnya, pada Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diketahui mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar untuk kegiatan pemeliharaan taman dan tugu di kawasan tersebut.

Berdasarkan data dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), anggaran itu terdiri dari Rp816.270.000 untuk pemeliharaan Taman Bundaran Badami seluas sekitar 1.400 meter persegi serta Rp200.000.000 untuk pemeliharaan Tugu The Window yang berada di tengah bundaran.

Kala itu, Kepala Bidang Pertamanan DLHK Karawang menyebut anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pembayaran upah 11 petugas taman, pengolahan lahan, penggantian tanaman yang mati, pembelian pupuk dan insektisida, hingga perbaikan lampu taman serta pompa penyiraman.

Namun, penelusuran KabarGEMPAR.com pada pertengahan 2025 menemukan sejumlah perbedaan antara keterangan tersebut dengan kondisi di lapangan. Para pekerja yang ditemui menyebut jumlah petugas yang aktif tidak mencapai 11 orang seperti yang disampaikan sebelumnya.

“Biasanya delapan orang, kadang lebih sedikit,” ujar salah satu pekerja saat itu. Bahkan pada saat peninjauan langsung di lokasi, hanya terlihat lima orang yang sedang melakukan pekerjaan pemeliharaan.

Perbedaan juga muncul pada nominal upah. Jika sebelumnya disebutkan para pekerja menerima Rp150.000 per hari, sejumlah pekerja mengaku hanya menerima Rp130.000 per hari, yang terdiri dari Rp30.000 uang makan harian dan Rp100.000 yang dibayarkan secara mingguan.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran pemeliharaan taman yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Anggaran 2026 Lebih Kecil

Sementara itu pada tahun 2026, besaran anggaran pemeliharaan taman yang tersedia justru jauh lebih kecil.

Kepala Bidang Pertamanan DLHK Karawang, Agus Mustaqim, menjelaskan bahwa total anggaran pemeliharaan taman di Kabupaten Karawang pada tahun ini hanya sekitar Rp1,6 miliar untuk seluruh wilayah.

“Dana pemeliharaan taman tahun 2026 sekitar Rp1,6 miliar. Tahun ini ada efisiensi anggaran sekitar Rp8 miliar,” ujar Agus.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai operasional pemeliharaan taman di berbagai titik di Karawang, termasuk pembayaran gaji tenaga pemeliharaan.

“Anggaran itu termasuk untuk gaji sekitar 250 tenaga pemeliharaan taman dengan kisaran gaji per bulan antara Rp1,8 juta sampai Rp2,4 juta,” jelasnya.

Kondisi Lapangan

Pantauan kembali KabarGEMPAR.com di kawasan taman Bundaran Badami pada Senin (9/3/2026) juga menunjukkan perubahan pada jumlah tenaga kerja yang bertugas di lokasi.

Sejumlah pekerja menyebut saat ini jumlah petugas pemeliharaan yang aktif di kawasan tersebut hanya empat orang.

“Sekarang yang kerja di sini cuma empat orang,” ujar salah satu pekerja.
Para pekerja juga menyebut sistem pembayaran upah kini berubah menjadi sistem bulanan.

“Sekarang digaji per bulan sekitar Rp2,25 juta,” kata pekerja tersebut.

Publik Soroti Transparansi

Perbedaan data mengenai jumlah tenaga kerja serta perubahan sistem pengupahan di lapangan kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai konsistensi pengelolaan anggaran pemeliharaan taman.

Selain itu, hingga saat ini tidak terlihat papan informasi kegiatan yang terpasang di sekitar kawasan taman Bundaran Badami, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui secara jelas pihak pelaksana maupun rincian kegiatan yang sedang berjalan.

Sejumlah pihak pun mendorong agar DLHK Karawang membuka secara transparan mekanisme pengelolaan anggaran pemeliharaan taman, termasuk daftar tenaga kerja, sistem pembayaran, serta pihak pelaksana kegiatan.

KabarGEMPAR.com akan terus menelusuri lebih lanjut penggunaan anggaran pemeliharaan taman di kawasan Bundaran Badami guna memastikan akuntabilitas penggunaan uang negara.

Laporan: Tim Kabar Karawang
Editor: Redaktur KabarGEMPAR.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *