Askun: Bukan Kadeudeuh, Tapi Hak Pensiunan ASN yang Wajib Dibayarkan
KARAWANG | KabarGEMPAR.com – Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Karawang, Asep Agustian SH., MH kembali menyoroti polemik tuntutan para pensiunan ASN terhadap pengurus KORPRI Karawang. Respons keras disampaikan Askun, sapaan akrabnya, menanggapi pernyataan Sekretaris KORPRI Karawang, Gery Samrodi, di salah satu media cetak yang menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan “kadeudeuh” dan “efisiensi anggaran”.
Pernyataan itu dinilai Askun sebagai sesuatu yang tidak tepat dan berpotensi memperkeruh suasana.
“Ini bukan kadeudeuh, tapi duit pensiunan yang sudah menjadi haknya. Pernyataannya ngawur,” tegas Askun, Rabu (3/12/2025).
Askun bahkan menegaskan bahwa isu efisiensi anggaran tidak relevan dalam kasus ini, karena dana yang dipermasalahkan bukan berasal dari APBD.
“Woy, ini bukan duit APBD. Tapi uang pensiunan ASN yang harus diberikan,” ujarnya.
Pembagian Harus Proporsional, Bukan Dipukul Rata
Askun meminta pengurus KORPRI menghitung ulang dana pensiunan secara proporsional, bukan menetapkan besaran seragam seperti Rp7 juta atau Rp14 juta per pensiunan sebagaimana mengemuka dalam Muskab KORPRI.
Menurutnya, tidak semua iuran KORPRI dahulu disetor penuh oleh anggota. Penarikan iuran yang masih dilakukan secara manual membuka celah terjadinya setoran yang tidak lengkap alias “bolong-bolong”.
“Dari iuran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan, banyak yang tidak setor penuh. Jadi tidak bisa dipukul rata. Harus dihitung proporsional,” jelas Askun.
Pengelolaan Sudah Baik, Tapi Minim Transparansi
Askun mengakui bahwa pengelolaan kas KORPRI sejatinya cukup baik karena memberi manfaat dalam berbagai hal, seperti santunan sakit, santunan kematian, serta biaya untuk audit melalui Konsultan Akuntan Publik (KAP).
Namun ia menilai persoalan muncul karena minimnya transparansi laporan keuangan kepada anggota. Ketidakterbukaan inilah yang memicu kekecewaan dan tuntutan dari para pensiunan ASN.
Askun mendesak agar pengurus KORPRI saat ini menghitung kembali seluruh pemasukan dan pengeluaran secara rinci serta menyampaikannya secara terbuka kepada anggota maupun pensiunan.
“Kan di sana ada KAP. Hitung secara proporsional, jelaskan secara detail. Kalau transparan, saya yakin para pensiunan juga bisa menerima,” ujarnya.
Pesan untuk Pengurus KORPRI
Askun mengingatkan agar pengurus KORPRI tidak bersikap emosional menghadapi tuntutan pensiunan. Ia menilai wajar jika para pensiunan terlihat emosional karena sedang memperjuangkan hak mereka.
“Pengurus hari ini pun nanti akan menjadi pensiunan. Dan pasti mereka juga akan menuntut hak yang sama,” tutupnya.
Laporan: Tim Kabar Karawang
