Banjir Citarum Rendam Tiga Desa di Utara Karawang, Petani Alami Kerugian Besar
KARAWANG | KabarGEMPAR.com – Luapan Sungai Citarum kembali mengakibatkan banjir di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Banjir merendam sebagian wilayah Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, serta Desa Telukbuyung dan Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Selasa (20/1/2026).
Genangan air yang dipicu tingginya curah hujan dan meningkatnya debit Sungai Citarum tersebut merendam permukiman warga dan lahan pertanian dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi itu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, khususnya petani sawah yang terancam gagal panen.
Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang melanda Kabupaten Karawang hingga pertengahan Januari telah berdampak pada 3.162 rumah di 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 13.400 jiwa atau 4.300 kepala keluarga. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang sempat berstatus siaga.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, pemerintah desa bersama aparat Polres Karawang dan relawan melakukan evakuasi warga menggunakan perahu, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak. Masyarakat diimbau sementara mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan berada di tempat yang lebih tinggi.
Kepala Desa Telukjaya, Nursan, mengatakan banjir musiman tahun ini tergolong lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Banjir tahun ini lebih parah. Selain rumah warga, hampir seluruh lahan persawahan terendam. Dampaknya sangat dirasakan oleh petani karena banyak tanaman padi yang rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan kecamatan dan BPBD untuk penanganan darurat serta pendataan kerusakan. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat, terutama bantuan modal dan benih agar petani dapat kembali menanam setelah banjir surut.
Salah seorang petani setempat, Suryana, mengaku kerugian yang dialami cukup besar.
“Sawah kami terendam cukup lama. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar bisa kembali menanam padi,” katanya.
Selain merusak sektor pertanian, banjir juga memicu gangguan kesehatan warga. Puskesmas Pakisjaya telah menyalurkan obat-obatan dan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan seperti gatal-gatal dan diare akibat genangan air.
BPBD Karawang mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Citarum untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan petugas hingga kondisi dinyatakan aman.
Reporter: Iyan Warsian
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
