Menbud Ajak Generasi Muda Memaknai Perjuangan Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon berziarah ke makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien di Kompleks Makam Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026).

SUMEDANG | KabarGEMPAR.com – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mendorong Kompleks Makam Gunung Puyuh di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah nasional. Situs tersebut dinilai memiliki nilai historis tinggi karena menjadi tempat peristirahatan terakhir Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat melakukan ziarah ke Makam Gunung Puyuh, Sabtu (17/1). Menurutnya, Gunung Puyuh tidak hanya berfungsi sebagai lokasi ziarah, tetapi juga merupakan simpul penting dalam narasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Cut Nyak Dien adalah simbol perlawanan gigih terhadap kolonialisme Belanda. Perjuangannya berlangsung puluhan tahun dan mencerminkan semangat tanpa kompromi,” ujar Fadli.

Ia menambahkan, Sumedang memiliki posisi penting dalam fase akhir kehidupan Cut Nyak Dien. Setelah ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda, tokoh perempuan asal Aceh tersebut dibawa ke Batavia sebelum akhirnya diasingkan ke Sumedang.

“Di Sumedang, Cut Nyak Dien dirawat oleh ulama setempat, Ki Haji Sanusi, hingga wafat. Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa pada masa itu beliau hanya dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Aceh dan Arab,” katanya.

Selain aspek sejarah, Fadli juga menekankan pentingnya pengembangan kawasan Gunung Puyuh sebagai penggerak ekonomi berbasis budaya. Ia menilai penguatan narasi kepahlawanan melalui film, dokumenter, dan konten sejarah kreatif dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat sekitar.

Kompleks Makam Gunung Puyuh merupakan kawasan pemakaman bangsawan Sumedang yang berada di dataran tinggi. Selain makam Cut Nyak Dien, di lokasi tersebut juga dimakamkan para bupati Sumedang serta Pangeran Sugih beserta keturunannya.

Ziarah tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sumedang, serta perwakilan komunitas permuseuman dan pelestari sejarah.

Menutup kunjungannya, Fadli Zon menegaskan pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan Cut Nyak Dien agar tetap hidup dalam ingatan publik lintas generasi.

Laporan: Tim Kabar Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *