Pemerintah Protes Keras, Dua Kargo Minyak dari Singapura Akhirnya Dikembalikan ke Indonesia
JAKARTA | KabarGEMPAR.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan adanya insiden dalam proses impor minyak yang berasal dari Singapura kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Insiden tersebut terjadi ketika dua kapal kargo minyak yang telah dibeli oleh PT Pertamina (Persero) tiba-tiba diminta kembali oleh pihak penjual meskipun sudah memasuki perairan Indonesia.
Peristiwa itu disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keamanan pasokan energi nasional, khususnya menjelang periode Hari Raya Idulfitri 2026.
Bahlil menjelaskan, minyak tersebut sebelumnya telah dibeli oleh Pertamina melalui pihak perantara atau trader di Singapura. Kedua kapal kargo bahkan sudah dalam perjalanan menuju Indonesia dan telah memasuki wilayah laut nasional.
“Beberapa hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura. Kapal sudah berangkat melalui trader, sudah masuk laut Indonesia, kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,” ujar Bahlil dalam rapat kabinet tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kejadian itu dipicu oleh ketatnya persaingan di pasar energi global. Dalam situasi pasokan yang terbatas dan permintaan yang tinggi, sejumlah pihak cenderung mengalihkan penjualan kepada pembeli lain yang menawarkan harga lebih tinggi.
Menurutnya, kondisi pasar energi saat ini membuat mekanisme perdagangan yang normal kerap diabaikan demi keuntungan yang lebih besar.
“Sekarang urusan minyak ini hukum normalnya sudah tidak berlaku. Siapa yang berani bayar lebih tinggi, dia yang dapat barangnya karena pasokan sedang ketat,” katanya.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah tegas dengan mengajukan komplain resmi kepada pihak penjual. Bahkan, pemerintah juga menyiapkan langkah hukum apabila pengiriman minyak tersebut tidak dikembalikan ke Indonesia.
Bahlil menyebut, sikap tegas pemerintah yang juga merupakan arahan dari Presiden akhirnya membuahkan hasil. Pihak penjual disebut bersedia mengembalikan kedua kargo minyak tersebut ke Indonesia.
“Nah untuk dua kapal itu kami koordinasi dengan Pertamina, kami sudah melakukan komplain. Tanggal 18 Maret rencananya dua kargo itu akan dikembalikan. Kalau tidak, kita gugat,” tegasnya.
Pemerintah memastikan bahwa langkah cepat tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Laporan: Tim Kabar Nasional
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
