Presiden Hadiri Panen Raya di Karawang, Tegaskan Swasembada Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri panen raya nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), sekaligus mengumumkan capaian swasembada pangan sebagai bagian penguatan ketahanan nasional.

KARAWANG | KabarGEMPAR.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri panen raya nasional sekaligus mengumumkan capaian swasembada pangan Indonesia dalam acara yang digelar di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Agenda tersebut menjadi penanda penting kebijakan pangan nasional yang ditempatkan sebagai prioritas strategis pemerintahan saat ini.

Presiden tiba di lokasi menggunakan helikopter sekitar pukul 11.13 WIB. Setibanya di area panen raya, Kepala Negara meninjau sejumlah stan pangan yang menampilkan produk beras, benih padi, serta hasil pertanian unggulan lainnya. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung keterlibatan petani dan masyarakat dalam rantai produksi pangan nasional.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Presiden juga mencermati paparan mengenai kebijakan dan anggaran pangan pemerintah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan capaian produksi, penguatan distribusi, serta langkah-langkah intervensi pemerintah yang ditempuh untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Panen raya berlangsung di hamparan sawah yang telah memasuki masa panen dengan bulir padi menguning. Sejumlah teknologi pertanian modern, termasuk penggunaan drone, turut ditampilkan sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian. Pemerintah memandang modernisasi pertanian sebagai prasyarat penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Pengumuman swasembada pangan dalam agenda tersebut menegaskan posisi pangan sebagai isu fundamental dalam ketahanan nasional. Pemerintah menyatakan bahwa capaian ini didukung oleh peningkatan produksi dalam negeri, penguatan cadangan beras pemerintah, serta konsistensi kebijakan yang menempatkan petani sebagai aktor utama.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan pendekatan terpadu pemerintah dalam menangani isu pangan.

Pemerintah menilai swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan kesejahteraan petani, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Ketergantungan terhadap impor pangan dipandang berisiko terhadap kedaulatan negara, terutama dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu.

Melalui panen raya ini, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kesinambungan produksi pangan nasional, memperkuat infrastruktur pertanian, serta meningkatkan penggunaan teknologi. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam menjaga keberhasilan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, pemerintah berharap sektor pertanian dapat terus menjadi penopang utama perekonomian nasional sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Panen raya di Karawang menjadi simbol konsolidasi kebijakan pangan nasional yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian bangsa.

Laporan: Tim Kabar Karawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *