Seleksi Kepala Dinas Bekasi Makin Panas: Wartawan Diusir, Data Asesmen Hilang, dan Disebut Sarat Permainan Titipan Kekuasaan

Ilustrasi.

BEKASI | KabarGEMPAR.com – Kontroversi seleksi terbuka delapan jabatan kepala dinas di Kabupaten Bekasi semakin membesar. Proses yang seharusnya transparan justru diwarnai tindakan janggal, mulai dari pengusiran wartawan di GRHA MERIT hingga penghilangan kolom Memenuhi Syarat (MS) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pengumuman resmi.

Ketua Umum Rakyat Membela Prabowo (RAMBO), Haetami Abdallah, menyebut rangkaian kejanggalan tersebut sebagai praktik yang mengancam integritas seleksi dan berpotensi kuat digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Keputusannya berpotensi menghadapi gugatan di PTUN. Kalau prosedur formal seperti hasil asesmen saja sudah dihilangkan, keputusan itu cacat administratif,” tegas Haetami Abdallah.

Haetami Abdallah juga menyoroti dugaan permainan dalam proses seleksi yang dinilai sarat kepentingan, terutama terkait calon tertentu yang disebut memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan daerah.

“Diduga masih syarat adanya dugaan permainan calon-calon, terutama orang yang dekat dengan kekuasaan, mengkondisikan jagoannya untuk masuk dan duduk menjadi pejabat di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Menurutnya, penghilangan data MS–TMS menguatkan dugaan adanya intervensi, terlebih laporan internal menyebut bahwa Assessment Center Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan hasil lengkap, termasuk status kelulusan setiap peserta.

Ia menilai ketertutupan pansel bukan hanya mencederai prinsip transparansi, tetapi juga memperkuat dugaan bahwa proses seleksi diarahkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Haetami Abdallah mendesak pemerintah daerah membuka hasil asesmen secara utuh dan menjelaskan alasan di balik hilangnya data tersebut. Jika tidak, langkah hukum melalui PTUN maupun pelaporan ke BKN disebut menjadi opsi yang realistis ditempuh.

Hingga berita ini diturunkan, pansel dan BKPSDM Kabupaten Bekasi masih bungkam, tanpa memberikan klarifikasi resmi terkait polemik ini.

Laporan: Tim Kabar Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *