KDM Keluarkan Kebijakan Larangan PR: Fokus pada Pembelajaran Berkualitas dan Kesejahteraan Siswa
BANDUNG | KabarGEMPAR.com – Kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (KDM) menarik perhatian publik, khususnya para orang tua dan tenaga pendidik. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperhatikan kesehatan mental siswa, KDM menerapkan kebijakan larangan pemberian Pekerjaan Rumah (PR) kepada siswa di sejumlah satuan pendidikan.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarGEMPAR.com, terdapat beberapa pertimbangan utama yang mendasari keputusan ini:
- Mengurangi Beban dan Stres Siswa
Banyaknya PR yang harus diselesaikan siswa sepulang sekolah kerap menjadi beban tambahan yang memicu stres. Dengan menghapus PR, diharapkan siswa memiliki waktu lebih untuk beristirahat dan berkembang secara seimbang. - Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas
Guru didorong untuk lebih fokus mengoptimalkan pembelajaran di kelas. Interaksi langsung antara guru dan siswa dianggap lebih efektif dalam proses pemahaman materi pelajaran. - Mendorong Pembelajaran yang Efektif dan Efisien
Tanpa PR, para guru diharapkan dapat merancang metode pembelajaran yang lebih menarik dan efisien, sehingga siswa bisa memahami materi tanpa harus membawanya pulang. - Menghargai Waktu Istirahat dan Kebersamaan Keluarga
Masa istirahat setelah sekolah menjadi penting untuk kesehatan fisik dan mental siswa. Kebijakan ini memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Meski demikian, implementasi kebijakan ini bisa bervariasi di setiap sekolah. Pihak sekolah dan guru diberikan ruang untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa.
KDM juga mengimbau agar para guru terus berinovasi dalam metode pembelajaran di kelas dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua murid, demi terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan.
Reporter: Tim Redaksi | Editor: Redaktur KabarGEMPAR.com