Pemkot Bandung Gelontorkan Dana Ratusan Juta untuk RW, Targetkan Kota Bebas Sampah 2026

Bandung hasilkan 1.496 ton sampah per hari. Program Prakarsa jadi senjata baru untuk mengurangi ketergantungan pada TPA.

BANDUNG | KabarGEMPAR.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin serius membenahi persoalan sampah. Meski tidak lagi menjadi masalah terbesar, pemkot tetap menaruh perhatian penuh dengan menghadirkan solusi konkret.

Salah satunya melalui Program Prakarsa (Akselerasi Kewilayahan) yang resmi diluncurkan. Dalam program ini, setiap Rukun Warga (RW) yang sudah berstatus Kawasan Bebas Sampah (KBS) akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp200 juta. Sementara RW yang baru memulai menuju KBS akan mendapat Rp100 juta.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa anggaran tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan warga untuk mendukung pengelolaan sampah. “Target kami, pada tahun 2026 seluruh RW di Kota Bandung sudah menjadi KBS. Tahun ini saja minimal 700 RW harus mulai menerapkan KBS,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (25/8/2025).

Erwin menambahkan, mulai tahun depan petugas pengangkut sampah akan digaji langsung oleh Pemkot Bandung melalui APBD, bukan lagi mengandalkan iuran warga. “Dengan begitu, penghasilan mereka lebih layak, dan warga pun tidak lagi terbebani iuran sampah,” jelasnya.

Menurutnya, solusi pengelolaan sampah paling efektif ada di tingkat hulu. Warga didorong untuk mandiri mengolah sampah melalui berbagai cara, seperti bank sampah, pengomposan, maggotisasi, hingga pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF).

Data Pengelolaan Sampah

Berdasarkan catatan Pemkot Bandung, volume sampah warga mencapai 1.496,3 ton per hari. Dari jumlah tersebut:

1.000 ton masih dibuang ke TPA Sarimukti,

496,3 ton sudah diolah melalui berbagai metode, antara lain:

Insinerator teknologi Motah (Mesin Olah Runtah) dengan kapasitas 8–16 ton/hari,

Program Kawasan Bebas Sampah (KBS),

Bank Sampah,

Reduce to Fertilizer (RTF) di sejumlah RW,

Budidaya Maggot,

Pengomposan mandiri.

Erwin mengklaim, 136 titik penumpukan sampah di Kota Bandung kini sudah tuntas ditangani. Fokus berikutnya, kata dia, adalah mengoptimalkan pengolahan di TPS.

“Kalau pengelolaan sampah bisa selesai di tingkat RW, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada TPA. Inilah yang sedang kami kejar,” tegas Erwin.

Laporan: Tim Kabar Bandung | Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup