Proyek Irigasi Rp 2 Miliar Diduga Asal-Asalan, Warga Purwakarta Geram
PURWAKARTA | KabarGEMPAR.com – Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi DI Ciseuti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan tajam. Tim KabarGEMPAR.com saat melakukan pemantauan di lokasi, Jumat (29/8/2025), menemukan adanya indikasi kuat bahwa pekerjaan bernilai miliaran rupiah tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan berpotensi tidak bertahan lama.
Berdasarkan data resmi pada papan proyek, kegiatan ini menelan anggaran sebesar Rp 2.084.747.200 (dua miliar delapan puluh empat juta tujuh ratus empat puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Proyek dengan nomor SPK 02/SP.SDA/PEN DI CISEUTI/DPUTR/VII/2025 dan SPMK 03/SPMK.SDA/PEN DI CISEUTI/DPUTR/VII/2025 tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, dengan pelaksana CV. Sunda Sugih Sadaya.
Kualitas Bangunan Diragukan
Pantauan lapangan memperlihatkan bangunan irigasi masih dalam kondisi basah meski debit sumber mata air sangat deras. Hal ini menimbulkan keraguan serius terhadap kualitas pekerjaan, karena dikhawatirkan struktur akan cepat tergerus air dan mengalami kerusakan sebelum waktunya.
Heri, pengawas proyek, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan dengan sistem buka-tutup air, dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 setiap harinya. Ia juga menyebutkan panjang saluran yang dikerjakan mencapai 1.030 meter kanan dan kiri ruas irigasi, dengan spesifikasi tinggi 130 cm, lebar bawah 50 cm, dan lebar atas 30 cm.
Namun demikian, sejumlah faktor seperti derasnya aliran air, kondisi tanah yang labil, serta dugaan galian yang tidak sesuai standar menimbulkan pertanyaan besar terkait kekuatan bangunan. Dari pengamatan di lapangan, pekerjaan bahkan terkesan dilakukan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas material maupun kondisi lingkungan.
Dinas DPUTR Diminta Tegas
Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Purwakarta serta pemerintah daerah segera turun langsung ke lokasi proyek. Harapannya, pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi kontrak dan tidak merugikan publik.

“Kalau pekerjaan seperti ini dibiarkan, jelas masyarakat dirugikan. Proyek besar tapi kualitasnya asal-asalan, apa gunanya?” tegas salah seorang warga sekitar.
Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah daerah terkait dugaan pelaksanaan proyek asal-asalan yang menelan dana lebih dari Rp 2 miliar tersebut.
Reporter: Heri Juhaeri | Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com