Rumah Reyot di Kutawaluya Jadi Sorotan: Emak Ani Minta Bupati Turun Tangan

Ilustrasi: Emak Ani menunggu kepastian bantuan Rutilahu yang tak kunjung datang.

KARAWANG | KabarGEMPAR.com – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menggencarkan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, mulai dari pelebaran jalan, normalisasi saluran irigasi hingga perbaikan drainase. Namun di tengah masifnya pembangunan tersebut, masih terdapat warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan belum tersentuh program bantuan sosial pemerintah.

Salah satunya Ani (53), warga Dusun Semplek RT 21 RW 26, Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya. Rumahnya yang terbuat dari kayu dan bilik bambu kini hampir roboh setelah lama dimakan rayap dan rusak akibat hujan. Ani mengaku telah mengajukan permohonan bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui aplikasi SIIMAH dengan bantuan Kepala Desa Sampalan, Jamaludin.

Kepada KabarGEMPAR.com, Rabu (26/11), Ani menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada perkembangan berarti dari pengajuan tersebut.
“Sudah dibantu pak kades buatkan proposal dan dimasukkan ke aplikasi SIIMAH untuk Dinas PRKP. Tapi dari bulan ke tahun tidak ada kabar,” ujarnya.

Ani mengatakan terpaksa menumpang di rumah kakaknya karena bangunan rumahnya tak lagi aman dihuni. Ia juga mengaku tidak mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri.
“Buat makan saja susah. Suami saya tukang bangunan, bisa bangun rumah orang lain, tapi rumah sendiri tidak bisa diperbaiki karena tidak ada modal,” katanya.

Ani berharap Bupati Karawang Aep Saepuloh dapat memberikan perhatian langsung terhadap kondisi rumahnya.
“Kalau bisa Pak Bupati datang dan lihat langsung rumah emak yang sudah seperti kandang kambing,” tuturnya.

Pengajuan Sudah Masuk Sistem

Kepala Desa Sampalan, Jamaludin, membenarkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan Rutilahu untuk Ani melalui aplikasi SIIMAH. Ia berharap Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Karawang segera memberikan respons.

“Pengajuan sudah kami masukkan dan kami harap bisa direalisasikan tahun ini. Kondisi rumah Bu Ani sangat memprihatinkan. Jika tidak dibangun lewat program Rutilahu, mereka sekeluarga tidak memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa telah berupaya maksimal dan kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah kabupaten.

KabarGEMPAR.com akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut.

Reporter: Dedi Mio | Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *