Dedi Mulyadi Kunjungi SMAN 1 Ciasem, Tambah Kelas untuk Siswa Tak Tertampung
SUBANG | KabarGEMPAR.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang langsung merespons keluhan orangtua terkait polemik Sistem Penerimaan Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri 1 Ciasem, Kamis (3/7/2025).
Suasana haru dan lega menyelimuti saat kehadiran Dedi yang tak terduga itu mengejutkan banyak pihak, terutama para orangtua siswa yang sejak pagi menunggu kepastian nasib anak-anak mereka.
Dalam video yang viral di media sosial, seorang ayah terlihat menyampaikan keluhannya dengan suara bergetar. “Saya takut anak saya nggak masuk, padahal dia juara satu Bupati Cup,” ujar pria tersebut, sambil menyebutkan jarak rumahnya hanya 1,2 kilometer dari sekolah.
Mendengar langsung curahan hati itu, Gubernur Dedi segera bertindak. Ia mengumpulkan pihak sekolah dan menanyakan jumlah daya tampung yang tersedia. Dengan gaya tegasnya, ia menawarkan solusi, menambah dua ruang kelas baru agar semua siswa yang belum tertampung bisa diterima.
“Kalau kelasnya ditambah, semua anak bisa diterima?” tanya Dedi.
“Insya Allah bisa,” jawab pihak sekolah yang langsung disambut tepuk tangan para orangtua.
Tak hanya itu, Dedi juga menjanjikan penambahan anggaran sebesar Rp100 miliar dalam perubahan APBD. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun ruang kelas baru di berbagai sekolah, memperbaiki infrastruktur pendidikan, dan mengaspal jalan menuju sekolah-sekolah yang aksesnya masih rusak.
Dedi menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar pencitraan, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap hak pendidikan anak-anak Jawa Barat.

“Kalau orangtua sudah stres dan anaknya berprestasi, masa negara diam saja? Pemerintah itu hadir bukan di podium, tapi di tengah masalah,” tegasnya.
Langkah cepat Gubernur Dedi ini sejalan dengan misinya menjamin 100 persen anak-anak di Jawa Barat mendapatkan akses pendidikan SMA yang layak, tanpa terkendala zonasi, kapasitas, atau infrastruktur.
Kunjungan ini menjadi titik balik perjuangan akses pendidikan yang adil. Dari Ciasem, Subang, semangat perubahan pun mulai bergema ke seluruh penjuru Jawa Barat.
Laporan: Tim Kabar Subang | Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com