Pemkot Bogor Targetkan Tuntaskan 10 Ribu Lebih Anak Tidak Sekolah, Ini Langkah Serius Dinas Pendidikan

Ilustrasi: Semangat meningkatkan kualitas pendidikan melalui program kesetaraan. Peserta PKBM terus berjuang meraih mimpi melalui jalur pendidikan nonformal sebagai kesempatan kedua untuk masa depan yang lebih baik.

BOGOR | KabarGEMPAR.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tercatat masih mencapai lebih dari 10 ribu anak. Target besar itu dicanangkan untuk dapat diminimalisasi bahkan dituntaskan pada tahun 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Best Practice Penanganan ATS di Kota Bogor, Senin (23/2/2026). Herry mengaku sempat terkejut dengan besarnya angka ATS yang masih tercatat di Kota Bogor, sehingga mendorong Pemkot untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan pendidikan ini.

“Kami sempat terkejut karena Kota Bogor tercatat memiliki data lebih dari 10 ribu anak tidak sekolah. Karena itu, ini menjadi komitmen kami agar angka tersebut dapat ditekan dan diminimalisasi,” tegas Herry dalam Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tahun 2026.

Herry menegaskan bahwa anak didik merupakan aset utama dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan daerah. Menurutnya, penyelesaian persoalan ATS harus menjadi prioritas bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

“Anak didik adalah manusia yang memiliki modalitas untuk pengembangan potensi. Pendidikan anak sangat penting guna mencapai mutu serta kualitas pendidikan yang mumpuni,” tambahnya.

Dalam upaya menuntaskan persoalan ATS, Pemkot Bogor akan memaksimalkan peran pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, B, dan C menjadi andalan untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Herry berharap, keberadaan PKBM dapat menjadi solusi efektif dalam menekan angka ATS secara signifikan. Program pendidikan kesetaraan ini diharapkan mampu memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk kembali mengakses pendidikan.

“Kami memiliki program untuk membantu masyarakat kembali bersekolah melalui jalur pendidikan kesetaraan atau PKBM. Kami berharap program ini dapat menuntaskan angka anak tidak sekolah di Kota Bogor,” pungkasnya.

Pemkot Bogor juga akan terus melakukan pendataan, pengawasan, serta pendekatan sosial agar seluruh anak usia sekolah dapat kembali mengakses pendidikan dengan baik, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bogor.

Laporan: Tim Kabar Bogor
Editor: Redaktur KabarGEMPAR.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *