Kekeringan Landa Sawah di Karangharja Bekasi, Petani Minta Pemkab Segera Bertindak
BEKASI | KabarGEMPAR.com – Kekeringan melanda lahan persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Para petani mengeluhkan tidak adanya pasokan air irigasi selama sekitar 20 hari terakhir, sehingga tanaman padi terancam gagal panen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tanah sawah terlihat kering dan pecah-pecah. Retakan tanah tampak di berbagai titik, sementara tanaman padi yang baru berusia sekitar 20 hari tumbuh tidak merata dan sebagian mulai menguning akibat kekurangan air.
Samsudin, petani setempat mengatakan, kondisi ini menjadi yang terparah dalam beberapa waktu terakhir. Ia khawatir jika tidak segera mendapatkan pasokan air, hasil panen akan mengalami penurunan drastis.
“Sekarang padi sangat butuh air. Kalau tidak segera dialiri, kemungkinan besar gagal panen,” ujarnya.
Para petani pun meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Mereka berharap ada langkah cepat seperti pengaliran air darurat, perbaikan saluran irigasi, hingga normalisasi jaringan yang diduga menjadi penyebab tersendatnya distribusi air ke lahan pertanian.
Kondisi ini dinilai ironis di tengah upaya peningkatan sektor pertanian melalui mekanisasi dan modernisasi alat pertanian. Namun tanpa dukungan ketersediaan air yang memadai, produktivitas pertanian sulit tercapai secara optimal.
Hingga kini, petani di Desa Karangharja masih menunggu respons dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengatasi krisis air yang mengancam ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat setempat.
Laporan: Aceng Sobari
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
