UI dan UNJ Masih Kaji Usulan SPPG, Tunggu Keputusan Pimpinan Kampus
JAKARTA | KabarGEMPAR.com – Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) masih melakukan kajian internal terkait usulan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus. Usulan tersebut disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihak UI menyatakan hingga saat ini belum mengambil keputusan resmi. Kampus masih menunggu arahan dari jajaran pimpinan tinggi sembari melakukan pembahasan lintas unit guna menilai kesiapan dan dampak kebijakan tersebut.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional (HMPI) UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, menjelaskan bahwa usulan ini tidak bisa diputuskan secara cepat karena menyangkut kebijakan strategis dan operasional kampus.
“Posisi kami masih berkoordinasi dan menunggu arahan dari Pimpinan Tinggi (Pimti) UI. Perlu kajian menyeluruh sebelum mengambil keputusan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Sementara itu, Universitas Negeri Jakarta juga berada pada tahap serupa. UNJ disebut tengah mendalami berbagai aspek terkait implementasi SPPG, mulai dari kesiapan infrastruktur, dukungan anggaran, hingga mekanisme pelaksanaan di lingkungan kampus.
Program MBG yang diinisiasi pemerintah bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Kehadiran SPPG di perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem pemenuhan gizi yang terintegrasi dengan dunia pendidikan.
Namun demikian, sejumlah kalangan menilai implementasi program ini di kampus membutuhkan perencanaan matang agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi tata kelola, efektivitas program, maupun keberlanjutan anggaran.
Hingga kini, keputusan final terkait keterlibatan UI dan UNJ dalam pembentukan SPPG masih menunggu hasil kajian internal masing-masing kampus serta kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
Laporan: Tim Kabar Jakarta
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
