DPMD Karawang Dorong Penguatan BUMDes, Siapkan Klinik dan Sistem Digital
KARAWANG | KabarGEMPAR.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih produktif dan berdaya saing.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong kemitraan antara BUMDes dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mengoptimalkan potensi ekonomi desa.
Kepala Bidang Penataan, Pemberdayaan dan Kerjasama Desa (PPKD) DPMD Karawang, Ius Ruswanti, mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan dan monitoring secara berkelanjutan terhadap pengelolaan BUMDes.
“Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu mengembangkan usaha dan menggali potensi desa secara maksimal,” kata Ius, Sabtu (2/5/2026).
DPMD juga berencana membentuk Klinik BUMDes sebagai wadah konsultasi, pendampingan, serta monitoring. Rencana ini dilatarbelakangi masih adanya sejumlah kendala dalam pengelolaan BUMDes, mulai dari tata kelola hingga pelaporan keuangan.
Selain itu, DPMD telah membentuk forum BUMDes di tingkat kecamatan untuk mempermudah koordinasi dan pendampingan.
Dalam penguatan layanan informasi, DPMD menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Saat ini, tengah disiapkan call center atau hotline yang terintegrasi dengan layanan “Lapor Pak Haji” guna memudahkan masyarakat mengakses informasi dan menyampaikan pengaduan.
Di sisi lain, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat menunjuk Kabupaten Karawang sebagai proyek percontohan penggunaan aplikasi FORSA (Formalization and Reporting System for BUM Desa).
Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu BUMDes menyusun laporan keuangan secara digital sesuai standar akuntansi dan regulasi yang berlaku, mengacu pada Kepmendesa Nomor 136 Tahun 2022.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes di daerah.
Laporan: Sujoko Kusumah
Editor: Redaksi KabarGEMPAR.com
